Membersihkan rumah dan seluruh isinya memang telah menjadi kewajibanky. bagaimana tidak, adikku yang harusnya bisa membantuku menyelesaikannya justru menderita leokimia stadium akut yang mengharuskannya banyak beristirahat. beruntungnya ada Maya sepupuku yang yang tinggal bersamaku dan adikku.
saat aku sedang merapihkan lemari bukuku tiba-tiba adikku Dini memanggilku
"kakak, bisa tolong ambilkan gelas dirak atas ngga ka? aku lemes" ujarnya seraya menarik tanganku
"nanti yah din kakak lagi repot, kalo ngga kamu minta ambilin Maya saja" jawabku dengan wajah berpeluh
tak kusangka Dini nekat mengambilnya sendiri dan terdengar bunyi gaduh dari arah dapur.iya Dini terjatuh dan tak sadarkan diri.
tanpa banyak bicara aku pun menyuruh Maya mengangkat Dini dan membawanya ke mobilku,nampak sekali kecemasan pada wajah kami berdua.
#####
beruntungnya kami terbebas dari kemacetan kota metropolitan ini dan bisa cepat sampai rumah sakit terdekat. nampak dua orang perawat menghampiri kami dan telah siap mengantar Dini menuju UGD, dan seperti biasanya tidak satu pun orang boleh masuk UGD saat sedang ditangani dan tentu saja itu membuatku cemas.
karena terlalu panik aku pun sampai lupa kalau aku belum mengabari orang tuaku tentang hal ini, tanpa fikir panjang langsung ku keluarkan ponsel dari dalam saku celanaku dan ku telfon ayah.
"hallo assalamualaikum ayah" sapa ku dengan suara bergetar
"walaikumsalam, ada apa Dina? nampaknya ada hal buruk yang terjadi?" jawab ayah yang langsung berbalik menanyaiku.
"Dini yah, sepertinya penyakitnya kambuh dan dia pingsan tadi" jawabku panik
"terus kalian sekarang dimana?" tanya ayah tak kalah panik
"kita di RS.Harapan Kita yah" jawabku cepat
"baik, ayah menuju kesana sekarang. kalau ada perkembangan tentang kondisi Dini cepat kabari ayah" ujarnya dan langsung menutup telfon.
setelah sekitar 10 menit aku menunggu dengan Maya didepan UGD, nampak seorang dokter dan perawatnya keluar dari ruang UGD. tanpa fikir panjang kami pun langsung menghampiri dokter dan menghujaninya dengan pertanyaan.
"dok gimana keadaan Dini?" tanyaku antusias
"iya gimana dok keadaan Dini?" tanya Maya tak mau kalah
" kondisinya kembali menurun dan sel kankernya semakin ganas, tapi sekarang kondisinya sudah stabil" jawab dokter panjang lebar.
tanpa menjawab pernyataan dokter tadi kami langsung menerobos masuk keruang UGD dan nampak Dini telah sadar namun masih tergolek lemah tak berdaya dengan oksigen menempel dihidungnya dan sejumlah peralatan lain yang terpasang ditubuhnya.
#####
kemarin Dini telah diperkenankan untuk meninggalkan RS tempatnya dirawat karena kondisinya mulai membaik dan sudah bisa dirawat dirumah.
hari ini niatnya aku akan mengenalkan Bayu pacarku kepada keluargaku, karena kami sudah yakin bahwa keluargaku bisa menerima Bayu dengan baik. Bayu adalah senior dikampusku,Dini,dan Maya. jelas Maya dan Dini mengenal baik Bayu namun tak satu pun diantara mereka mengetahui ada hubungan istimewa diantara kami. aku sangat terkejut melihat betapa bahagianya Dini melihat kedatangan Bayu.
"kak Bayu? kok kakak dateng ngga bilang-bilang sih?" sapa Dini yang hanya disambut dengan senyuman oleh Bayu.
"Mah,Yah, kenalin ini kak Bayu senior dikampus Dini. ganteng ya mah, dia juga pinter loh mah" ujar Dini memperkenalkan Bayu kepada kedua orang tua kami yang membuatku tambah heran.
"oh jadi dia kakak kelas yang kamu suka itu Din? yang tiap malam kamu ceritakan kepadaku?" tanya Maya dari arah belakang dan menghampiri kami.
"shut, jangan bikin aku malu deh May" sahut Dini tersipu malu.
oh tuhan adikku menyukai kekasihku sendiri? ini sungguh menyakitkan karena bahkan aku tidak mengetahui hal tersebut.
"Bay boleh ngomong sebentar ngga? tapi berdua ajah" ujarku kepada Bayu dan langsung kutarik dia ke halaman belakang rumah.
Di halaman belakang rumah
"maaf tapi sebaiknya kita menyudahi saja hubungan special ini" ujarku diiringi dengan air mata yang menetes dari kelopak mataku.
"loh? tujuan aku kesini kan justru ingin meminta izin kepada orang tua kamu dan meminta restu. kamu kenapa sih? aku salah apa?" tanya Bayu bertubi-tubi karena tak terima dengan ucapanku barusan.
"kamu lihat sendiri kan Dini begitu menyukaimu? kamu tau kan usianya pun ngga akan lama lagi? apa salah jika aku ingin membahagiakan adikku, bukan malah menyakitinya dengan pacaran dengan lelaki yang disukainya yu. aku juga berharap kamu mau nembak dia dan pacaran sama dia demi aku yu" jelasku dengan tangis yang semakin menjadi.
"baiklah aku akan memenuhi permintaan kamu karena aku mencintai kamu, inget Na aku cuma cinta sama kamu walau nantinya aku pacaran sama Dini" ujarnya yang semakin menyayat hatiku.
######
2hari setelahku memutuskan hubungan dengan Bayu, dia pun jadian dengan Dini. sungguh walaupun ini menyakitkan tapi aku bahagia melakukannya.
hari demi hari dilalui mereka dengan penuh kebahagiaan, Bayu setia mengantar Dini menjalani Kemoteraphy dan selalu menjaganya dengan baik. sungguh Bayu memang pantas jika disebut lelaki idaman setiap wanita, dia tampan,baik,perhatian,dan rela berkorban.
aku hanya mampu melihat mereka dari kejauhan dan menahan tangisku agar tidak tumpah dihadapan mereka berdua.
saat Dini sedang bercanda dengan Bayu ditaman tiba-tiba Dini mimisan dan tak lama kemudian dia terjatuh dan tak sadar, spontan langsung kuhampiri mereka dan membantu Bayu membawa Dini kerumah sakit.
#####
semua sudah berkumpul dirumah sakit dan menunggui Dini diruang ICU, namun sudah hampir seharian Dini tak kunjung sadar. nampak Mamah dan Ayah sudah pasrah dengan wajah diselimuti duka dan aku memeluk erat Maya. Bayu hanya terduduk lemas disudut ruang ICU dan pandangannya kosong.
"lihat tante matanya Dini terbuka" ujar Maya yang membuat perhatian langsung tertuju ke Dini.
"sayang, ini Mamah nak" ujar Mamah sambil memegang erat tangan Dini dan membelai lembut rambutnya.
"Dini capek mah, Dini mau tidur tapi dipangkuan tuhan" ujar Dini yang membuat semuanya menangis
"Din lu ngga boleh ngomong kaya gitu, kita semua disini sayang sama lu. lu rela ninggalin Bayu?" ujarku lalu menarik Bayu dan menghadapkannya disamping Dini.
"Bayu, makasih buat semuanya. Dini minta maaf Dini udah egois, aku sebenernya tau kalau Bayu pacaran dengan Ka Dina. Maafin aku ya ka, untuk menebus kesalahan aku. aku mau kakak pacaran lagi dengan Bayu. jaga kakaku yah Bay dia baik dan hatinya seperti malaikat. aku sangat berhutang budi padanya" ujar Dini yang membuatku seperti tersambar petir disiang bolong.
"gue ngga marah sama lu Din, gue tulus ngelakuin ini semua demi lu demi kesembuhan lu. lu harus kuat jangan kalah sama penyakit" ujarku lalu mengecup kening adik kesayanganku.
"makasih ka, hati kakak memang sangat bersih. makasih buat Maya sudah jadi sepupu sekaligus teman baikku selama ini. makasih juga buat Mamah dan Ayah yang berjuang mati-matian untuk kesembuhanku. aku bisa pergi dengaan tenang sekarang" ujar Dini dan tak lama kemudian matanya terpejam dan detak jantungnya berhenti berdetak.
"dokter tolong dokter" teriak Mamah sekuat tenaga.
dokter pun datang dan memeriksa kondisi Dini
"maaf tapi nyawanya sudah tak terselamatkan lagi" ujar dokter dan sontak kami pun menangis sejadi-jadinya. Mamah pingsan dan Ayah coba menenangkan Mamah, aku dan Maya semakin erat berpelukan dan tangis kami pun tak terbendung lagi.
Hari ini hari pemakaman Dini, ku peluk Fotonya dan kusandarkan kepalaku dibahu Bayu. Tangisku pun masih terdengar padahal mataku sudah bengkak.
ku taburkan bunga dipusara adikku, ku elus nisannya dan ku genggam tanah dipusaranya dan kulemparkan lagi. sungguh suasana hatiku sangat tidak stabil, aku merasa sangat kehilangan. sosok yang sangat kusayangi dan kujaga dengan sekuat tenaga akhirnya pergi meninggalkanku untuk selamanya.
selamat tinggal adikku, semoga engkau mendapat tempat yang layak disisinya dan akan ku jaga Mamah dan Ayah karena merekalah harta ku satu-satunya kini. terima kasih atas kenangan manis yang engkau berikan selama hidupmu. aku bangga karena dapat memberikan kebahagiaan disisa-sisa terakhir hidupmu.
THE END
buah pena : Anis Choco
Tidak ada komentar:
Posting Komentar